Posted by Unknown | 0 comments

Contoh Kasus Financial Flow Menggunakan Penjelasan Gambar





 Gambar 1. First Case : Take & Give

               Pertama dimulai dengan adanya 2 orang dengan kondisinya masing-masing. Orang pertama dengan uangnya, dan orang kedua yang ingin pinjam uang tapi tidak dapat kepercayaan dari orang pertama. Misalkan orang pertama adalah A dan orang kedua adalah B. Oleh karena itu diadakanlah yang namanya "Calo". Karena "Calo" ini semakin banyak digunakan dan keliatannya memang semakin banyak digunakan, diresmikanlah oleh pemerintah menjadi BANK.

               Lanjut kekondisi berikutnya, A ingin menyimpan uang dengan harapan mendapat untung sebesar 5 %. disimpanlah di Bank, karena Bankpun ingin mendapat untung, dipinjamkanlah uang A ke B dengan syarat B dikenakan bunga sebesar 7%. Dengan begitu, Bank masih mendapat untung sebesar 2%.




Gambar 2. Second Case : Emerging & Solving Risk

               Kasus berlanjut ketika peminjaman yang dilakukan oleh B. B meminjam uang sebesar 500 juta kepada Bank. Bank sepakat dengan permintaan B dengan satu permasalahan yaitu kematian B. Untuk mengatasi hal ini, Bank bekerja sama dengan Perusahaan Asuransi Jiwa 1. Karena Perusahaan Asuransi Jiwa 1 tidak ingin mengalami kerugian, diambil lah langkah bekerja sama dengan Perusahaan Asuransi Selanjutnya, hal ini disebut dengan Reasuransi.  Dan terakhir, lagi-lagi tidak ingin kerugain , bekerja samalah dengan Perusahaan Asuransi Jiwa lain. Perusahaan Asuransi Jiwa terakhir ini dinamakan Retrosesi.



Gambar 3. Third Case : I Am the Most Disadvantage.

                Kasus selanjutnya terjadi pada Retosesi. Secara tidak langsung perusahaan ini adalah perusahaan yang resikonya paling besar. Satu cara yang dilakukan oleh perusahaan ini agar tidak mengalami kerugian dengan membangun anak perusahaan yang nantinya digunakan untuk menanam modal di Pasar Modal. Dengan begitu, Income yang didapatkan oleh Retosesi inipun dapat membantu perusahaan sebelumnya yang bekerja sama dengan retosesi tersebut.



Gambar 4. Forth Case : Target's Problem

               Selanjutnya aliran finansial bersamalah pada B alias orang kedua. Tujuan awal dia meminjam uang sebesar 500 juta agar dia bisa membeli mesin dan membuka perusahaan sapi dengan pengeluaran 1 milyar. B takut suatu saat mesin yang digunakan untuk mengolah perusahaan sapinya rusak. Untuk mengatasi hal itu, B mengasuransikan mesinnya ke Perusahaan Asuransi Umum. Balik lagi keproses antar perusahaan asuransi, asuransi umum ini pun bekerja sama dengan asuransi yang sebelumnya saling bekerja sama. 



Gambar 5. Fifth Case : Leasing Organization

               Kali ini aliran finansial sampai pada tahap perusahaan Leasing, ketika banyak konsumen ingin membeli barang ke perusahaan mobil dan motor secara kredit, perusahaan Leasing menjadi perantara sekaligus pihak yang mengurus kredit ini. Dia yang menghubungkan perusahaan yang dimaksud dengan Bank untuk pengolahan kredit pelanggan. 



Oleh Pemilik Blog Ulahkitu

0 comments: